fbpx

Latah Investasi

5 tahun belakang, literasi keungan di Indonesia naik secara sangat signifikan.

Salah satu pemantiknya mulai banyaknya perusahaan / konsultan finansial yang mulai menggunakan social media.

Tentu ini peningkatan yang amat bagus.

Masyarakat lebih peduli tentang keuangan mereka.

Mereka mulai belajar investasi, dana darurat, asset dan berbagai hal seputar finansial lainnya.

Salah satu hal yang mengalami peningkatan adalah sektor investasi.

Dilansir Kontan, nasabah reksadana naik hingga 20% per Februari 2021.

Sebuah peningkatan yang wow sekali.

Sayangnya, ini menimbulkan fenomena baru yang saya sebut “Latah Investasi”.

Masyarakat berbondong-bondong investasi hanya karena ikut-ikutan.

Okelah jika hanya memasukan sedikit dana untuk memulai sambil belajar.

Banyak dari mereka yang bahkan memasukan seluruh tabungannya di instrumen investasi. Tanpa tau risikonya.

Bersedia untuk berinvestasi itu baik. Tapi patut disadari juga bahwa investasi juga memiliki tingkatan.

Ada yang risiko rendah, menengah, tinggi, bahkan ekstrim.

  • Risiko rendah : tabungan, deposito, Reksadana Pasar Uang
  • Risiko menengah : SBR, Reksadana Pendapatan Tetap, Obligasi.
  • Risiko tinggi : Saham, Reksadana Saham
  • Ekstrim : Jam Tangan, Karya Seni, Options, Venture Capital

Ngerinya lagi, banyak yang langsung terjun ke investasi dengan risiko tinggi seperti saham.

Padahal dengan berinvestasi dengan kata lain Anda juga harus siap kehilangan uang.

Tahukah Anda bahwa jika berinvestasi di Saham baru akan terasa untungnya rata-rata diatas 5 tahun ? (bahkan bisa 10 tahun lebih).

Lalu ada yang bilang, “kalo tau caranya, bisa kok dalam hitungan bulan sudah balik modal”.

Ya benar. Kalau tau caranya.

Tapi saya yakin lebih banyak yang tidak tau ketimbang yang tau.

Lebih banyak yang tidak sabaran ketimbang yang sabar menunggu bertahun-tahun hingga benar-benar mendapatkan return.

Sekali lagi, di investasi untung dan risiko berjalan beriringan.

  • Siap untung besar artinya harus siap rugi besar.
  • Siap untung cepat artinya siap kehilangan uang dengan cepat pula.

Lagipula, sebelum berinvestasi ada hal lain yang bisa Anda persiapkan lebih dulu seperti :

  • Dana darurat
  • Asuransi
  • Tabungan

Kalau sekarang ini Anda sudah berinvestasi, tapi belum memiliki beberapa hal diatas biasanya cepat atau lambat dana investasi akan Anda tarik untuk menggantikan fungsi dari ketiga hal diatas.

Bukannya saya menakut-nakuti, tapi saya dulupun juga gitu. Hehe.

Ga percaya? Ya tidak apa-apa.

Tapi cara belajar ada 2: belajar dari pengalaman sendiri atau belajar dari pengalaman orang lain.

Itu kembali lagi kepada Anda.

Leave a Comment

12 + 13 =