fbpx

Bedah Jualan: Arief Muhammad Jual Udara Las Vegas dalam Plastik, Laku 80 Juta Lebih

Saat tulisan ini ditulis, salah satu influencer baru saja membuat postingan dimana dia berniat menjual udara Las Vegas dalam kemasan plastik.

Influencer ini bernama Arief Muhammad.

Ini mungkin bukan pertama kalinya buat Arief Muhammad menggemparkan jagad social media.

Sebelumnya, ia pernah melelang Nissan March miliknya dengan harga sampai 500 juta. Padahal harga pasarannya mungkin hanya 80 juta.

Dan Arief juga pernah menggemparkan dengan trend baru yang disebut ‘ikoy-ikoyan’. Dimana dia berbagi uang kepada followersnya untuk meringankan kondisi di masa pandemi ini.

Saat tulisan ini ditulis, udara Las Vegas tersebut belum laku. Namun sudah ada yang menawar hingga 80 juta.

Sebuah harga yang cukup tinggi bagi sebuah benda yang tidak dapat dilihat seperti udara. Bahkan cenderung ‘absurd’.

Namun saya mencoba melihat sisi lainnya.

Saya mendapati bahwa Arief Muhammad memang sepandai itu untuk mencari peluang.

Saat dia memposting untuk menawarkan udara Las Vegas, mungkin niat awalnya hanya bercanda.

Namun dengan followers Arief yang militan, rekan / kolega Arief merasa wajar untuk memberikan tawaran setinggi itu.

Karena sebenarnya yang mereka tawar bukanlah udara.

Melainkan exposure yang akan mereka terima setelah membeli udara tersebut dengan harga yang mungkin bagi sebagian orang ‘tidak masuk akal’.

  • Berapa banyak orang yang akan mencari tau profil siapa yang membeli udara dalam plastik itu?
  • Berapa orang yang akm mencari tau apa bisnis mereka?

Di era serba personal branding saat ini, banyak orang yang ‘merasa perlu’ untuk mendapat exposure tinggi.

Itulah pintarnya Arief Muhammad.

Jika hanya sekedar mau jualan angin dalam plastik, bisa saja dia menawarkan ke teman atau kolega via Whatsapp jalur pribadi.

Tapi apakah ada yang beli ? Belum tentu.

Tapi jika dia uplod di social media, followersnya yang militan itu akan ikut berinteraksi dan membentuk ‘sebuah kerumunan’.

Itulah yang akan menjadi sebuah added value (atau mungkin value utama) bagi si pemenang lelang.

Itu yang dijual Arief sebenarnya.

Namun untuk memiliki skill itu tidak semudah itu, ferguso.

Kita terbiasa untuk hanya menilai apa yang bisa kita lihat saja. Padahal dibalik itu ada :

  • Usaha untuk membuat konten
  • Waktu untuk membina hubungan dengan followers sampai semilitan itu
  • Membangun networking yang baik
  • Mengasah kepekaan dalam melihat peluang
  • Dan pengetahuan (atau pengalaman) dalam menentukan dimana dan bagaimana sesuatu dijual

Dan masih banyak skill lainnya jika mau di detailkan.

Namun menurut saya apa yang dilakukan Arief Muhammad ini cukup jeli dan sering terjadi dalam bisnis.

Seperti bisnis McDonald’s yang bisnis utamanya justru bukan Fast food melainkan bisnis property.

Salut!

Leave a Comment

4 × 5 =