fbpx

Bisnis Online Paling Mudah – Belajar dari Bapak Pompa Air

Bisnis online paling mudah apa ya?

Yang ga ribet apa ya?

Pengalaman saya dibawah ini mungkin bisa jadi semacam sudut pandang lain, dan bisa jadi anggapan awal diatas tidak selalu benar.

Inilah kisah mengenai seorang tukang pompa air online.

Kecanggihan Google untuk mendukung bisnis online paling mudah

Saya tinggal di sebuah daerah di pinggir kota Solo. Suatu saat, saya mengalami masalah dengan pompa air milik saya. Salah satu pompa ada yang mati, sehingga tandon saya tidak terisi.

Saat itu saya baru pindah ke daerah tersebut jadi kurang menguasai daerah sekitar, termasuk dimana saya bisa mencari tukang pompa air terdekat. Lalu tercetus keinginan untuk cari info melalui Google.

Jika Anda pernah tinggal di daerah di luar kota besar, tentu Anda mengetahui bahwa informasi mengenai tempat yang tersedia di Google tidak terlalu banyak. Atau paling tidak, tidak sebanyak di kota besar di Jabodetabek.

Produk-produk Google. Source: Compareaja.in

Di Jakarta jika Anda menuliskan kata kunci “jasa servis pompa” atau “jasa servis AC”, hasil pencarian akan memunculkan banyak sekali jasa servis yang ada di sekitar Anda. Namun dekarang saya bukan di Jakarta, tapi di pinggir Solo (bahkan bukan di kota Solo).

Tapi saya pikir, ah coba saja. Toh tidak ada ruginya.

Akhirnya saya menemukan suatu jasa pompa yang menyediakan nomor telpon. Saat itu kalau tidak salah ingat jasa pompa tersebut menggunakan blogspot untuk muncul di Google. Saya agak lupa.

Saya coba hubungi nomor tersebut. Lalu bapak tersebut minta share location melalui Whatsapp. Dan kurang lebih 40 menit kemudian ada seorang bapak yang menggunakan motor datang membawa box kecil berisi peralatan.

Dari situ adalah awal perkenalan saya dengan beliau. “Pak DJ” namanya, atau paling tidak dengan nama itu saya biasa memanggil beliau. Dan dari beliau saya belajar bisnis online paling laku adalah bisnis yang dikerjakan.

Siapapun bisa asal mau

Awalnya saya mengira bapak ini bekerja untuk sebuah perusahaan jasa servis pompa air atau sejenisnya. Namun ternyata beliau bekerja sendiri, ya istilah kerennya “Single Fighter”.

Mungkin saya terkecoh karena beliau menggunakan website sebagai tempat menaruh informasi kontaknya. Di dalam blognya, http://djpostsurakarta.blogspot.com/ , Pak DJ meletakan segala informasi mulai dar nomor Whatsapp sampai layanan yang bisa beliau sediakan.

Walaupun dari segi tampilan website bukan yang bagus sekali, tapi setidaknya itu memuat informasi yang saya butuhkan. Dan mengingat usia beliau yang sudah tidak muda lagi (mungkin sekitar 50-60 tahun) layak diapresiasi usaha beliau ini.

Google My Business, tools gratis penunjang bisnis.

Kekaguman saya tidak berhenti disitu saja. Beberapa saat lalu ketika butuh jasa beliau, saya mencoba cek kembali di Google. Tujuannya untuk kroscek apakah ada perubahan kontak atau tidak, saya menemukan beliau sudah menggunakan Google My Business.

Google My Business adalah salah satu fitur yang disediakan oleh Google dengan tujuan membantu pemilik bisnis. Jadi saat ada yang mencari di Google, nama bisnis Anda akan dimunculkan sesuai keyword yang berlaku.

Begini kurang lebih tampilan Google My Business beliau :

Jujur saat itu saya kaget. Bagaimana orang yang umurnya mungkin hampir 60 tahun seperti beliau paham fitur yang bisa dibilang relatif baru ini?

Tapi makin kesini saya semakim paham jika ternyata Pak DJ ini orang yang cepat belajar dan ahli dalam beradaptasi.

Bahkan saat ini beliau sudah menerima pembayaran non-tunai melalui QRIS. Buat anda yang belum tau QRIS adalah singakatan dari Quick Response Indonesian Standard.

QRIS, satu QR Code untuk semua peambayaran. Source : jaringanprima

Anda sudah pernah melakukan pembayaran melalui barcode ? Nah kurang lebih seperti itu, bedanya satu barcode ini bisa digunakan untuk beberapa sumber dana. Jadi jika Anda menggunakan Gopay, Ovo, Linkaja, ataupun Bank akan tetap bisa membayar dengan barcode yang sama.

Untuk orang seumur beliau memiliki pengetahuan seperti itu menurut saya sangat patut diacungi jempol. Beberapa orang yang pernah saya temui bahkan karena merasa sudah terlalu pusing belajar teknologi, memilih untuk menyerah dan berhenti belajar.

Bisnis online paling laku itu tidak selalu tentang “Apa” tapi “Bagaimana”

Saya akan coba bahas bagaimana seorang bapak paruh baya bisa menjalankan bisnis seolah berjalan atas nama bisnis (punya kantor), padahal dikerjakan sendiri.

Dan bisnisnya bisa berjalan tanpa kantor. Mungkin hanya bermodal laptop / handphone. Inilah analisa saya sejauh ini.

Dibanding sewa Toko, menggunakan Website / Blog lebih realistis

Seiring berkembangnya jaman, istilah bisnis harus memiliki kantor semakin tidak relevan. Walaupun memang beberapa bisnis masih tetap ada yang membutuhkan kantor.

Alih-alih kantor/toko fisik yang biaya sewanya mahal, fungsi kantor dapat digantikan dengan toko/kantor virtual.

Kantor virtual ini dapat berupa website, blog, landing page, social media ataupun medium online lainnya. Walaupun begitu saya tetap menyarankan untuk bisa memiliki blog / website.

Kenapa begitu?

Salah satu alasannya adalah karena tidak semua orang dapat menemukam Anda melalui social media. Ketika orang membutuhkan “jasa servis AC”, orang cenderung akan mencari melalui mesin pencari (search engine) dibandingkan melalui social media.

Menurut riset dari WeAreSocial, Google masih menempati peringkat pertama website paling banyak dikunjungi. Source: WeAreSocial

Alasan lainnya adalah karena fitur search di social media belum secanggih mesin pencari yang asli. Karena memang social media ditujukan untuk ‘bersosialisasi’, dimana fiturnya lebih mengedepankan keterhubungan (connectivity) dibanding dengan menemukan solusi dari suatu masalah untuk suatu kata kunci (keyword) tertentu.

Saat ini membuat website tidak serumit sekitar 10 tahun lalu. Saya ingat 10 tahun yang lalu saya masih harus belajar beberapa coding untuk bisa membuat sebuah website. Saat itu saya menyerah, karena ribet banget hehe.

Sampai sekitar 4 tahun lalu, membuat sebuah website sudah sangat cepat. Bahkan saya bisa membuat website sederhana hanya dalam waktu 15-30 menit.

Untuk kasus Pak DJ ini sendiri beliau menggunakan blog dengan domain blogspot. Istilahnya subdomain, karena masih ‘numpang’ di blogspot.

Walaupun dengan sedikit langkah tambahan bisa saja diubah menjadi top-level domain misalnya djpostsurakarta.com

Saya akan tulis cara membuat website dalam 30 menit pada tulisan selanjutnya.

Baca Juga : Cara Membuat Website Sendiri , Kurang Dari 20.000 Rupiah (Next Article)

Dan untuk biaya juga relatif murah, untuk membuat website dengan domain sendiri mungkin Anda bisa merogoh kocek mulai dari 50ribu -150 ribu untuk satu tahun. Jauh lebih murah jika dibandingkan harus sewa kantor / toko.

Google My Business

Bisa jadi Google My Business adalah salah satu tools paling powerful yang bisa diakses secara gratis.

Bagaimana tidak, sebuah website bisa jadi ramai sekali dengan tools ini. Dan ini tidak dikenakan biaya, alias gratis.

Jika Anda belum tau bagaimana tampilan bisnis yang menggunakan Google My Business, tampilannya kurang lebih seperti ini.

Salah satu Google My Business milik rekan saya

Dan tools ini merupakan jawaban untuk bagaimana “meng-Online-kan” sebuah bisnis offline.

Saya tidak akan terlalu bahas panjang mengenai Google My Business ini disini. Tapi jika Anda tertarik untuk belajar, Anda bisa buka Youtube dan cari dengan keyword “Cara menggunakan Google My Business”.

Saat ini sudah tersedia video yang cukup banyak yang membahas tentang bagaimana cara menggunakan Google My Business. Video dalam bahasa Indonesia juga sudah cukup banyak.

Whatsapp Business

2 tools yang saya bahas sebelumnya berfungsi untuk bagaimana sebuah bisnis dapat ditemukan oleh calon konsumen Anda. Dan Whatsap Business berfungsi sebagai tools atau alat penghubung calon konsumen kepada penjual.

Source : Forbes

Prosesnya kurang lebih seperti ini :

  • Saya butuh tukang pompa air, kemudian saya cari di Google.
  • Hasil Google My Business-nya keluar.
  • Lalu tercantum websitenya, saya klik dengan harapan saya bisa dapat informasi tambahan mengenai nomor Whatsapp, kapan jadwal buka, bisa tidaknya dipanggil kerumah atau mungkin saja harga yang dikenakan.
  • Lalu selanjutnya, saya butuh untuk menghubungi langsung. Pak DJ menggunakan Whatsapp Business

Fitur-fitur tambahan milik Whatsapp Business juga memberikan keunggulan sendiri bagi bisnis servis pompa air milik Pak DJ. Seperti fitur jam operasional, Maps / Location untuk mencantumkan lokasi ‘kantor’/toko.

Pak DJ juga menambahkan info tambahan lainnya pada fitur “Description” pada akun Whatsappnya seperti layanan apa yang beliau sediakan, dan metode pembayaran yang tersedia.

Pembayaran online terkini

Saat ini bagi sebagian orang ketersediaan uang di dompet tidak selalu mencerminkan kondisi keuangan. Coba cek, seberapa banyak uang tunai yang Anda miliki di dompet saat ini?

Saya pribadi lebih suka meletakan uang di rekening bank, kemudian jika saya butuh sesuatu tinggal top-up saldo wallet online melalui mbanking ataupun internet banking.

Sangat jarang sekali saya ambil uang tunai. Mungkin hanya saat saya makan di tempat makan yang tidak menyediakan merchant ataupun QR Code.

Gopay, OVO, dan LinkAja adalah beberapa penyedia jasa ewallet terbesar di Indonesia. Source : CNBCIndonesia.com

Mungkin karena mengetahui tren saat ini, Pak DJ juga menerima pembayaran melalui transfer / Wallet Online seperti Gopay, OVO, LINK AJA, ataupun DANA. Yang terbaru, bahkan beliau menyediakan QR Code, yang ditempel dibalik handphone beliau. Jadi jika mau membayar cukup scan barcode yang tersedia di handphone beliau dengan wallet online apapun. Sungguh sangat memudahkan.

Tekad dan Persistensi

Bagi seorang bapak-bapak yang sudah tidak muda lagi memiliki keinginan untuk belajar membuat blog, Google My Business, Whatsapp Business, dan menyediakan pembayaran online buat saya adalah hal yang luar biasa. Butuh tekad yang jauh lebih kuat dibanding jika kita masih muda. Menjadi lebih luar biasa lagi saat beliau melakukan ini sendiri.

Mungkin tekad adalah bagian yang paling klise, semua orang juga mengetahuinya. Tapi izinkan saya untuk membahas sebuah hal yang membuat saya cukup terharu.

Waktu itu adalah hari Minggu, tiba-tiba pompa air saya mati. Saya jujur agak bingung karena hari minggu adalah jadwal Pak DJ libur, karena beliau harus sembahyang / ke Gereja. Jadi saya sudah menyiapkan beberapa plan lain.

Namun sekitar sebelum Dzuhur saya chat Pak DJ apakah ada kenalan lain yang bisa kesini sekarang. Saya coba saja, siapa tau kan ada. Toh saya tidak terlalu tau tukang pompa lainnya. Ternyata sekitar setengah jam kemudian Pak DJ datang.

Agak kaget, saya ucapkan maaf sudah mengganggu hari minggunya. Alasan beliau sederhana. beliau bilang : “Kalo hari Minggu, pada ga mau ambil biasanya mas. Tapi kalo ga ada air mas pasti repot nanti. Buat mandi atau sholatnya gimana”.

Tekad yang seperti ini yang bisa dibilang cukup jarang. Dedikasi pada pekerjaan dan melayani pelanggan bapak satu ini memang kuat sekali. Saya juga tidak yakin bisa melakukan sebaik yang dilakukan beliau.

Penutup

Salah satu bisnis yang paling mudah untuk dimulai adalah bisnis jasa / menjual keahlian. Bisnis ini bisa dimulai bahkan tanpa karyawan ataupun kantor. Setelah mulai menghasilkan, Anda bisa sisihkan sebagian untuk hidup dan sebagian lagi untuk pengembangan bisnis.

Apa yang dilakukan Pak DJ dapat di duplikasi menjadi bisnis lainnya juga. Sebut saja jasa tukang AC, tukang kebersihan, tukang cuci, dan lain-lain. Anda hanya perlu memulai sebuah langkah kecil untuk memulai.

Baca Juga : Kebiasaan 1%, Cukup untuk Membuat Kamu Lebih Baik

Era saat ini menjadikan sebuah bisnis bisa menjangkau dengan lebih luas. Namun itu juga berarti bahwa batasan antara usaha kecil dan besar hampir tidak ada. Bisnis besar maupun kecil berpeluang menggarap target pasar yang sama.

Bisnis besar memang punya keunggulan modal dana yang besar. Tapi jangan salah, pengeluarannya besar juga. Bisnis yang dimulai dengan skala kecil atau bahkan sendiri biasanya modalnya rendah, bahkan mungkin tidak ada. Tapi bisnis kecil punya apa yang bisnis besar tidak bisa lakukan, fleksibilitas.

Bisnis besar segala hal harus terencana, kalau ubah rencana artinya ubah strategi. Ubah strategi artinya diperlukan dana tambahan untuk menjalankan strategi baru tersebut. Sedangkan bisnis skala kecil hari ini pakai strategi A, besok ganti jadi strategi B sangat mungkin.

Bisnis online paling mudah itu tidak ada. Tidak ada bisnis yang mudah. Kalau semudah itu berhasil, semua orang akan bisnis. Kenyataannya tidak begitu bukan?

Saran saya, dibanding mengeluh, mulai ambil langkah. Kecil saja. Cari tutorial di Youtube. Tanya pada orang yang paham. Riset di Google. Mungkin awalnya berat, tapi berat itu selalu ada kaitan dengan satuan waktu.

  • Angkat barbel seberat 5kg selama 30 detik anda pasti kuat
  • Coba angkat 2 jam, pasti tangan mulai gemetar.
  • Tapi kalau Anda lakukan sepanjang hidup, anda akan terbiasa. Kalau tidak percaya, coba hitung berat badan Anda. Berapa kilogram berat yang lebih dari berat badan ideal ?
  • Dan Anda sudah mengangkat “kelebihan beban” yang mungkin lebih dari 5 kilogram dengan badan Anda setiap hari. Kuat kuat saja bukan rangka badan Anda? Karena sudah biasa.

Mulai dari langkah kecil.

Kalau sulit pelan-pelan.

Kalau lelah, istirahat.

Bukan berhenti atau menyerah.

Terimakasih

Leave a Comment