fbpx

Keterbatasan akan Melahirkan Kreativitas

Limitation breeds creativity.

Saya pernah mendengar (atau membaca?) quote itu entah dimana. Saya lupa.

Yang jelas saya sangat setuju sekali. Kesepahaman saya mungkin karena apa yang sudah saya rasakan sebelumnya.

Bagi yang mengenal saya secara personal, mungkin mengetahui saya pernah mengenyam pendidikan di pesantren. Tidak lama, hanya 6 tahun.

Tepatnya selama masa SMP hingga SMA.

Saya bisa bilang apa yang terjadi di pondok cukup membentuk bagaimana saya saat ini. Saya tidak akan membahas apa saja pelajaran akademik yang saya dapatkan.

Tapi lebih dari sisi kehidupannya.

Kehidupan pondok itu membosankan. Titik.

Saya sangat sepakat dengan itu sejak dulu. Namun diumur sekarang ini, saya merasa ada perbedaan kebosanan yang saya rasakan.

Banyak peraturan dan larangan yang ada di pondok bisa jadi adalah penyebabnya.

  • tidak boleh memiliki handphone,
  • tidak boleh membawa buku / komik “yang tidak islami”
  • tidak boleh membawa pemutar musik
  • dan larangan lainnya

Dulu saya merasa bosan, dan cenderung membencinya.

Tapi sekarang saya bisa lebih paham, bahwa kebosanan itu sebuah keniscayaan. James Clear pernah mengatakan bahwa orang sukses adalah orang yang bisa akrab dengan rasa bosan.

Untuk bisa ahli melakukan sesuatu, kita perlu melakukan secara berulang-ulang. Dan melakukan sesuatu yang sama secara berulang kurang membosankan apa coba?

Saya juga lebih paham, bahwa segala keterbatasan yang ada sering kali merupakan bahan bakar dari sebuah kreativitas itu sendiri.

Mie instan awalnya diciptakan karena orang menyukai mie, namun tidak memiliki waktu untuk membuatnya.

Laptop tercipta karena PC yang ada saat itu terlalu sulit untuk dibawa kesana kemari.

Dari keterbatasan seringkali memaksa kita untuk berpikir sesuatu yang baru dan inovatif.

Waktu di pondok dulu, saya selalu merasa ingin bebas berekspresi.

Namun ketika saya kuliah dimana saya lebih bebas ketimbang saat di pondok, justru saya tidak mengahasilkan lebih banyak ketimbang ketika tidak sebebas dulu.

Pelajaran yang bisa saya ambil:

  • Jangan sensi dengan keterbatasan, bisa jadi itu adalah sumber kreatifitas.
  • Jangan terlalu senang jika bebas, bisa jadi kebebasan membuatmu hilang arah.

Leave a Comment

one × 4 =