fbpx

Website Penghasil Uang, Dengan Segala Kontroversinya

Website Penghasil Uang. Delusional kah?

Saat Anda dalam keadaan terdesak dalam sisi finansial, yang menyebabkan Anda butuh tambahan dana untuk menyelesaikan masalah tersebut, biasanya Anda akan mulai mencari sumber pemasukan lain.

Dan salah satu cara yang paling pertama Anda lakukan biasanya dengan mencari informasi termasuk melalui Google. Saya mengetahui karena saya juga pernah ada di posisi tersebut.

Sebelumnya, saya turut menyumbang doa bagi Anda yang mungkin sedang mengalami masalah yang sudah saya sebutkan diatas tadi. Semoga diberikan kekuatan pada kaki dan tangan Anda, dan diberikan jalan terang untuk solusi terbaik. Aamiin.

Sebagai orang yang pernah ada di posisi tersebut (dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi kembali pada saya, who knows?), saya ingin memberikan sebuah pandangan.

Sepengetahuan saya : Tidak ada cara menghasilkan uang dalam satu malam mulai dari TITIK NOL.

Anda butuh beberapa hal pendukung seperti :

  • Pengetahuan
  • koneksi, dan
  • modal lainnya misalnya jabatan.

Itu artinya masih memungkinkan untuk Anda dapat menghasilkan banyak uang dari nol jika Anda punya bekal minimal salah satu dari 3 hal diatas. Jadi Anda setidaktnya tau jika ada yang mengklaim website penghasil uang dengan cara cepat, kemungkinan itu bohong atau tidak cepat-cepat amat.

Mengapa Website Penghasil Uang Selalu Menarik?

Disaat terdesak, kita akan menjadi sangat rentan. Itu juga berlaku untuk tawaran “cepat kaya”, “menghasilkan uang dengan mudah dari rumah”, dan tawaran too good to be true lainnya.

Di artikel ini saya akan bahas salah satu hal yang paling sering ‘memakan korban’ jika salah menyikapinya: Website Penghasil Uang

Kalau ingin dibedah, mungkin akan ada banyak sekali alasan mengapa Website Penghasil Uang selalu menjadi primadona. Baik dari sisi pemilik website maupun dari sisi user (pengguna) website.

Semua orang menyukai Gagasan “Kaya dengan Cepat”

Banyak orang tentu ingin kaya. Tapi lebih banyak lagi orang yang ingin kaya dengan cepat.

Kalau bisa sih dalam semalam. Malam ini tidur, besok kekayaan sudah bertambah milyaran. Sayangnya orang yang berpikir seperti ini kebanyakan orang yang belum mengerti mekanisme kekayaan di zaman sekarang.

Kalaupun memang tiba-tiba ada orang yang memberikan kekayaan-nya pada Anda milyaran, sejujurnya menurut saya malah Anda harus waspada. Lho, kenapa gitu?

Ketika ada tambahan harta yang sangat besar dalam waktu yang relatif singkat, biasanya akan sangat mudah untuk dideteksi oleh instansi terkait. Pajak, perbankan, kepolisian, PPATK, bahkan mungkin KPK.

Semua institusi negara tentu akan menyelidiki darimana uang tersebut berasal, apakah legal atau tidak. Jika sumbernya legal, apakah sudah memenuhi kewajiban seperti pajak penghasilan, pajak final, ataupun peraturan lainnya.

Jadi secara teknis bertambah kaya dengan cepat memanglah sulit.

Lalu mengapa masih banyak orang yang ingin menjadi kaya dengan cepat?

Jawabannya simple menurut saya. Ya, karena masih banyak yang belum paham cara kerja uang saat ini.

Semua orang menyukai “Kaya dengan Cepat”

Seperti yang dilansir oleh Entrepreneur.com, “Wealth” termasuk 1 dari 9 topik / niche yang evergreen di internet. Evergreen ini artinya bisa dibilang tak lekang oleh waktu.

Jadi dari zaman awal internet hingga saat ini, topik yang membahas seputar kekayaan (termasuk making money online) selalu menjadi topik laris.

Itu sebabnya banyak sekali yang mengajarkan bagaimana cara mendapatkan uang melalui internet dari mulai yang benar-benar bisa hingga yang penipuan. Semuanya ada di internet

Bagaimana Mengetahui Website Penghasil Uang yang Kredibel

Pertanyaan selanjutnya bagaimana menentukan sebuah website kredible atau tidak?

Dulu sekali, mungkin sekitar 5-10 tahun ke belakang, relatif cukup mudah membedakan mana website yang benar-benar kredibel dan website yang kurang kredibel. Bahkan cenderung lebih mirip website penipuan atau biasa dikenal dengan scam.

Dulu hanya dengan melihat tampilan visual websitenya saja, sudah cukup bisa menyimpulkan apakah website tersebut kredibel atau tidak.

Sayangnya, saat ini kita tidak bisa menjadikan tampilan visual sebagai indikator utama. Karena makin kesini orang yang punya niat buruk juga makin ‘canggih’.

Hal tersebut juga mungkin disebabkan karena makin mudahnya membuat website dengan tampilan yang menarik. Dibawah ini adalah beberapa hal yang mungkin bisa dipertimbangkan untuk menentukan sebuah website yang kredibel

Kredibilitas itu Perlu Waktu

Apakah anda bisa percaya seseorang yang baru anda kenal langsung? Jawabannya, tergantung.

Kalau ternyata yang baru Anda kenal adalah anak dari seorang pengusaha kaya raya, mungkin Anda bisa sedikit lebih percaya dibandingkan terhadap orang yang bukan siapa-siapa.

Hal tersebut karena kredibilitas bapaknya yang mungkin sudah melegenda. Untuk mempunyai reputasi seperti itu, tentunya dibutuhkan waktu yang lama.

Sama halnya dengan sebuah website, cek terlebih dahulu sudah berapa lama website tersebut berdiri?

Apakah jangan-jangan website tersebut baru dibuat kurang dari 1 tahun? Untuk mengeceknya anda bisa gunakan tools Wayback Machine

Dengan tools tersebut Anda bisa cek sudah seberapa lama sebuah website ada. Jika websitenya sudah cukup lama, biasanya akan disertai snapshot tampilan perusahaan terdahulu. Sehingga kita bisa tau dulu website tersebut berisi tentang apa.

Dari situ kita bisa mengetahui relevansi antara apa yang ditawarkan sebuah website dulu dengan sekarang.

Wayback Machine menampilkan tampilan Google Adsense dan Adwords terdahulu

Sebagai contoh diatas adalah bagaimana tampilan Google Ads (Adsense dan Adwords) terdahulu. Dari gambar tersebut kita bisa simpulkan apa yang ditawarkan Google masih relevan hanya saja sudah banyak perkembangan saat ini.

Kredibilitas biasanya diikuti dengan Social-Proof

Social-proof yang saya maksud disini adalah Anda akan dengan mudah mendapatkan orang lain menceritakan pengalamannya dalam menggunakan website tersebut dalam hal mendapatkan income.

Contoh sederhana-nya Anda dapat dengan mudahnya menemukan di Google maupun Youtube perihal cara mendapatkan uang melalui Google Adsense. Mereka membuat testimoni berdasarkan keputusan mereka sendiri.

Tentu saja dalam menggunakan testimoni sangat wajar ada yang pro dan kontra. Ada kelebihan dan ada kekurangan. Karena ini bersifat subyektif, artinya kekurangan bagi si A mungkin saja tidak masalah bagi si B.

Namun Anda juga harus jeli dalam menyikapi social proof. Karena saat ini banyak bisnis yang melakukan usaha-usaha kotor dalam membangun social proof itu sendiri. Beberapa hal yang mungkin perlu Anda waspadai :

  • Review yang cenderung baik saja tanpa ada kelemahan, review seperti ini biasanya dilakukan dengan bantuan orang-orang atau tim pemilik website sendiri.

    Atau cara lainnya menggunakan buzzer yang banyak tersedia di Internet. Sudah sewajarnya sebuah bisnis punya kelebihan sekaligus kelemahan. Jika hanya kelebihan yang ditonjolkan ada baiknya Anda waspada.
  • Review yang ditampilkan atau langsung di website tersebut, tipe review seperti ini sering kita kenal dengan nama “testimoni pengguna/pelanggan”. Review seperti ini Anda perlu berhati-hati karena bisa jadi itu menjadi “Bias”.

    Maksudnya adalah bisa jadi yang dimasukan adalah yang baik-baiknya saja. Saran saya jangan hanya mengambil review dari satu sumber. Bandingkan beberapa sumber, lalu anda bisa ambil keputusan.
  • Review palsu, review seperti ini patut Anda hindari. Sayangnya, untuk mengetahui itu palsu atau tidak Anda harus mencobanya terlebih dahulu.

    Sedihnya ada beberapa orang yang menyebut dirinya mentor / master / mastah yang mengajarkan untuk membuat review palsu diawal.

    Biasanya cara saya adalah coba beli produknya yang paling murah, jika ternyata over-claimed (terlalu dilebih-lebihkan) maka seterusnya saya tidak akan percaya mentah-mentah terhadap website tersebut.

Jauhi hal yang bersifat “Too Good To Be True”

Sebenarnya ada satu hal mudah untuk men-filter website yang kredibel dan tidak. Tanyakan pada diri Anda.

Apakah ini terlalu indah untuk terjadi (Too Good to Be True) ?

Jika jawabannya iya, lebih baik hindari. Jika masih penasaran pelajari terlebih dahulu prosesnya.

Contoh praktisnya seperti ini:

  • Anda sudah tidak asing dengan tawaran bisnis yang bisa mendapatkan rumah, mobil mewah, ataupun kapal pesiar.
  • Anggap saja mobil mewah harganya 3 Milyar. Artinya kalau ingin dapat itu dalam hitungan 1 bulan, Anda harus mendapatkan rata-rata uang 100 juta dalam sehari.
  • Lalu coba bayangkan, apa iya semudah itu berjualan produk hingga mendapatkan profit sebesar 100 juta per hari? Kalau Anda tidak yakin, tinggalkan.
  • Kalau ternyata Anda yakin dan sudah tau itu memang mudah, coba pikir ulang. Kenapa kalau semudah itu, tidak dikerjakan sendiri saja? Kenapa harus mengajak Anda?
  • Karena kalau memang mudah, manusia pasti cenderung akan memperkaya dirinya sendiri atau paling tidak keluarga terdekat saja. Kalau sampai mengjak orang lain yang bukan siapa-siapa, seharusnya Anda curiga.

Analogi lainnya, kenapa dukun yang bisa memperkaya orang lain tidak memperkaya dirinya sendiri atau keluarganya saja? Buat apa susah-susah buka praktek untuk memperkaya orang lain, bukan?

Tampilan visual yang mungkin bisa jadi pertimbangan

Sebelumnya saya sudah saya sebutkan tampilan visual mungkin tidak bisa dijadikan patokan utama karena saat ini sudah cukup mudah untuk dimanipulasi.

Namun bukan berarti hal tersebut sudah benar benar tidak berlaku ya. Anda bisa mempertimbangkan beberapa hal:

  • HTTPS : saya tidak akan menjelaskan secara mendetail apa itu https, Anda bisa googling sendiri untuk definisinya. Namun secara praktis website yang memiliki https boleh dibilang dapat poin plus dalam hal security. Ciri-ciri visual https biasanya akan terdapat logo “gembok” pada addres bar. Seperti pada gambar dibawah ini :

  • Domain : penggunaan top-level domain juga biasanya cukup berpengaruh. Terutama domain-domain yang umum sepert .com , .net , ataupun .co.id. Jika sebuah website masih menggunakan domain gratisan seperti ‘namaweb.blogspot.com’ ataupun ‘namaweb.wordpress.com’ lebih baik Anda hindari.
  • Sub-domain kredibel : jika suatu website menggunakan sub-domain yang kredibel, anda mungkin bisa mempertimbangkan website tersebut. Contoh subdomain yang kredibel https://ads.google.com , https://business.facebook.com/ , atau https://ads.tiktok.com/

Jenis Kegiatan yang Menghasilkan Uang di Internet

Kalau sebelumnya saya membahas cara membedakan mana website kredibel dan mana yang bukan, kali ini saya akan coba bahas beberapa kegiatan yang dapat menghasilkan uang di Internet.

Kegiatan-kegiatan ini juga banyak dimanfaatkan oleh perusahaan besar sebagai sumber monetasi mereka. Namun tidak menutup kemungkinan, kegiatan ini juga menghasilkan bagi website yang dimiliki perseorangan ataupun UMKM.

Beberapa kegiatan itu adalah sebagai berikut:

Menjual Barang

Ketika ada penjual dan pembeli, maka terjadilah transaksi. Pembeli mendapat barang yang dibutuhkan atau dianggap berharga. Penjual mendapat keuntungan.

Namun jangan lupakan terkadang ada pula pihak yang bertugas untuk mempertemukan antara penjual dan pembeli. Dan mereka mendapatkan komisi dari setiap penjualan. Itu biasa dikenal dengan broker, makelar, atau perantara.

Sama halnya dengan yang terjadi di internet, konsep ini biasa dikenal dengan online marketplace. Sebut saja Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli adalah contoh marketplace yang mempertemukan penjual dan pembeli sekaligus memastikan keamanan transaksi.

Ada juga yang sifatnya hanya menghubungkan antara penjual dan pembeli saja (tanpa proses mengamankan transaksi). Sebut saja OLX, Facebook Marketplace (saat ini belum sampai ke pembayaran), ataupun Forum Jual Beli lainnya.

Selain itu ada pula website yang mengambil keuntungan dari jual beli langsung tanpa perantara. Website-website tersebut biasanya mirip sebuah toko online yang menyediakan fitur ‘add to cart’, artinya pembeli bisa membeli lewat website langsung.

Contohnya : Otten (Kopi), Bhinneka, Orami (kids and mom), dan Vanilla Hijab.

Menjual Jasa / Keahlian

Bagi Anda yang terkendala modal, sebenarnya menjual jasa keahlian bisa dijadikan jalan untuk mendapat keuntungan. Karena relatif memerlukan modal yang minim.

Jika saat ini Anda merasa belum punya keahlian, Anda bisa mulai mencari kira-kira apa yang membuat Anda tertarik. Jika ternyata banyak yang membutuhkan, artinya skill tersebut mungkin layak untuk dijual.

Anda bisa mempelajarinya melalui Google, Youtube, ataupun sumber lainnya. Jika memiliki modal lebih Anda bisa cari course online yang sekiranya dapat mempercepat fase belajar Anda

Saat ini baik diluar ataupun di dalam negeri sudah banyak sekali tempat untuk menjual keahlian Anda. Ada yang modelnya berupa menyediakan produk jasa seperti “membuat presentasi” ataupun “jasa penulisan artikel”.

Ada pula yang modelnya semacam daftar pekerjaan freelance (paruh waktu) yang sedang dibutuhkan orang lain. Misalnya saya sebagai blogger membutuhkan orang yang mengerjakan Search Engine Optimizer milik saya, maka saya akan memasang lowongan freelance di website tersebut.

Beberapa website yang menyediakan kegiatan diatas antara lain : Fiverr, Upwork, Freelancer.com, ataupun Indeed.com. Sedangkan untuk website lokal terdapat beberapa nama antara lain: Sribulancer, Sribu.com, Projects.co.id, atau Fastwork.

Membuat Konten

Dalam dunia internet, konten bisa jadi amat krusial. Dan cara monetasinya pun beragam, Anda bisa saja membuat konten untuk orang lain lalu dibayar. Namun yang seperti ini lebih cocok masuk dalam kategori menjual jasa / keahlian.

Sedangkan yang saya maksud dengan membuat konten adalah membuat sesuatu dengan media tertentu baik berupa tulisan, suara, gambar, ataupun video. Dan mendapatkan uang dari setiap 1000 penayangan (impresi).

Di Internet banyak sekali website besar yang mengeruk penghasilan bersumber dari iklan / ads. Sebut saja Facebook, Google dan Youtube. Tiga pemain besar tersebut menjadi Ads sebagai salah satu sumber pendapatan terbesar.

Idenya sederhana, mereka menyisipkan sebuah space / slot iklan diantara konten yang dinikmati oleh penggunanya.

  • Youtube, ada iklan berupa video ditengah-tengah video yang sedang diputar.
  • Google, ada iklan yang muncul ditengah artikel.
  • Facebook ada iklan ditengah status, video, ataupun foto yang diupload penggunanya.

Uniknya 3 perusahaan tersebtu (mungkin perusahaan lain juga) tidak ada yang membuat konten mereka sendiri. Kalaupun ada, tidak banyak. Kalah jumlah dari yang dibuat penggunanya.

Nah kalian bisa membuat konten untuk mendapatkan penghasilan. Semakin banyak konten Anda dibaca ataupun ditonton, semakin besar kemunkinan audience Anda mengklik iklan yang ditampilkan. Semakin banyak iklan yang diklik akan semakin banyak penghasilan Anda.

Itulah mengapa saat ini orang banyak yang mengejar fame atau ketenaran. Salah satu alasannya adalah dalam sisi penghasilan. Di Google dan Youtube terdapat platform Google Adsense. Sedangkan di Facebook terdapat Facebook Adbreak (In-stream Ads).

Trading

Mungkin Anda pernah tau ada beberapa teman Anda yang serius memperhatikan layar yang berisi tampilan grafik atau chart. Yang dilakukan mereka biasa dikenal dengan trading.

Trading sendiri sederhananya adalah membeli sebuah instrumen dengan harga murah dan dijual dengan harga mahal. Instrumen yang dimaksud biasanya adalah instrumen keuangan ataupun komoditas. Contohnya: Saham, Valuta Asing, Emas, dan Option.

  • Setiap detik harga berubah, bisa naik dan turun.
  • Jika harga saat diawal membeli lebih rendah dari dari harga saat menjual, artinya untung
  • Jika harga saat diawal membeli lebih tinggi dari harga saat menjual, artinya rugi.

Sederhananya seperti itu.

Gambling / Judi

Sama seperti di dunia nyata, tidak semua penghasilan di dunia online itu etis baik dari sisi hukum maupun dari sisi agama. Salah satu sumber yang saya maksud adalah gambling / judi.

Memang di Indonesia secara hukum dilarang, namun sayangnya hukum itu dibatasi wilayah geografis. Hukum di Indonesia hanya berlaku di Indonesia. Sedangkan internet tidak terbatas hanya dari sisi geografis saja.

Itu artinya bandar judi yang beroperasi dari negara tetangga seperti Singapore ataupun Filipina tidak dapat dikenai hukum di Indonesia.

Itu adalah salah satu alasan mengapa walaupun judi dilarang aparat tetap sulit untuk memberantas sampai ke akar. Aparat hanya dapat menertibkan pelaku yang mungkin berjudi melalui komputer ataupun smartphone. Namun tidak dapat menertibkan bandar yang mungkin beroperasi di negara lain.

Model Bisnis Lainnya

Internet berjalan jauh lebih cepat dari yang kita bayangkan. Model bisnis hari ini, belum tentu masih ada dalam 5 tahun kedepan.

Saya ingat sekitar tahun 2012 saya berjualan online melalui Facebook saja, tinggal upload sudah laku banyak. Sekarang ini, cara menjual sudah banyak berkembang. Begitupula model bisnis lain.

Itu sebabnya saya menuliskan bahwa sangat mungkin jika ada model bisnis yang secara umum tidak sama dengan apa yang saya tuliskan diatas.

Beberapa Website yang Menghasilkan Uang

Bagian ini mungkin adalah bagian yang paling ditunggu oleh Anda yang sudah tidak sabar menghasilkan uang dari Internet. Saya akan tampilkan beberapa website yang sudah terbukti menghasilkan.

Namun bagaimana caranya, Anda bisa mengeksplor sendiri. Anda bisa pelajari caranya di Youtube maupun Google. Berikut daftarnya.

Marketplace

  • Amazon : untuk pemain internasional, pangsa pasar besar dan terdapat di beberapa negara.
  • Ebay : pangsa pasar juga ada di beberapa negara, namun tipenya lebih ke listing produk.
  • Etsy : cocok bagi Anda yang ingin berjualan barang dengan unsur seni tinggi
  • Tokopedia (lokal)
  • Shopee (lokal)
  • Lazada (lokal)
  • Blibli (lokal)
  • Dan banyak lainnya

Freelancer Website

Untuk Anda yang saat ini merasa sudah punya keahlian, Anda bisa mencoba beberapa website dibawah ini:

  • Fiverr : ini adalah website yang menawarkan produk berupa pekerjaan. Misal Anda menjual jasa design grafis, penulisan. Website berbahasa inggris
  • Upwork : agak berbeda dengan Fiverr, cara kerja Upwork adalah menampiilkan pekerjaan yang dibutuhkan oleh pemberi kerja. Jadi pemberi kerja akan menyebutkan segala kebutuhannya, nanti para Freelancer akan melamar dan memberikan offer mereka. Dan pemberi kerja secara tidak langsung memiliki beberapa pilihan. Yang paling cocok akan dipilih
  • Sribulancer: Sribulancer ini mirip dengan Upwork namun versi lokal. Bahasa yang digunakan pun sudah menggunakan Bahasa Indonesia.
  • Projects.co.id : jika Anda sudah pernah mengunjungi situs ini, mungkin Anda akan ragu akan tampilannya. Namun jangan salah, beberapa kali saya menggunakan jasa freelance yang ada di website ini. Dan hasilnya pun cukup memuaskan. Sekitar 5 tahun lalu saya juga pernah listing kerjaan freelance di website ini.

Sedikit tips dari saya, mungkin Anda yakin kemampuan Anda layak dihargai mahal. Saya menghargai tersebut. Namun jika saat ini adalah pertama kalinya Anda memulai, ada baiknya Anda bangun portfolio terlebih dahulu.

Ada beberapa cara untuk membangun portfolio seperti menampilkan pekerjaan yang sudah pernah Anda kerjakan sebelumnya. Disertai dengan bukti pendukungnya seperti WIP (work in progress) atau bukti lainnya. Namun hati-hati, biasanya tidak semua pekerjaan bisa Anda share di depan umum. Terutama hal yang bersifat confidential (rahasia).

Cara lainnya adalah dengan membuat jasa dengan harga yang terjangkau terlebih dahulu. Tujuannya untuk Anda membangun rating di situs tersebut terlebih dahulu.

Publisher-Advertiser Network, website penghasil uang yang paling populer

Jika melihat judul diatas, mungkin Anda sedikit kurang familiar. Namun percayalah itu sebenarnya mungkin sudah sering muncul di keseharian Anda. Publisher-Advertiser Network ini cara kerjanya hampir sama dengan yang saya tuliskan pada sub-bab sebelumnya dalam bagian “Membuat Konten”.

Jadi ada pihak yang mempertemukan antara publisher (orang yang menyediakan konten) dan Advertiser orang yang membutuhkan publisitas untuk produknya. Maka terciptalah sebuah website penghasil uang.

Beberapa Publisher Network yang sering kita dengar:

  • Google Adsense: merupakan publisher network untuk konten tulisan (blog) dan video.
  • Facebook Adbreak (In-stream Ads) : adalah publisher network untuk orang yang membuat konten di Facebook
  • Propeller Ads: ini adalah Ad Network yang untuk website/blog, pushed notification, dan native ads.
  • Ad Network lainnya: masih banyak sekali ad network lain sebenarnya, namun 3 diatas adalah yang sudah pernah saya lakukan. Anda bisa Googling sendiri untuk mengetahui Ads Network yang ada.

Affiliate Network, (salah satu website penghasil uang favorit)

Affiliate marketing adalah salah satu cara mendapatkan uang dari internet. Caranya sebenarnya cukup mudah, kita mempromosikan produk milik orang lain / perusahaan lain. Nanti setiap terjadi penjualan yang melalui link / voucher referral milik Anda, maka Anda akan mendapatkan komisi.

Analogi sederhananya seperti makelar. Tugas kita adalah mencari pembeli yang mau membeli produk yang kita rekomendasikan.

Nanti penjualan bisa di track melalui link/kode voucher unik yang digunakan pembeli saat membeli produk tersebut.

Nah biasanya ada semacam marketplace / website tempat berkumpulnya produk-produk yang menyediakan program affiliate. Website-website ini biasa dikenal dengan Affiliate Network. Bisa dibilang affiliate network merupakan salah satu website penghasil uang yang menjadi favorit pendulang uang dari internet Beberapa affiliate network yang cukup terkenal :

  • Clickbank : adalah affiliate network yang menyediakan berbagai produk dari mulai produk digital hingga produk fisik.
  • JVZoo : hampir sama seperti Clickbank, hanya saja produknya lebih fokus ke produk digital sebagai jagoannya.
  • MaxBounty : agak berbeda dengan contoh sebelumnya, MaxxBounty juga menyediakan program Cost per Action (CPA). Dimana Anda bisa mendapatkan komisi berdasarkan action seperti Email Submit, Credit Card Submit, atau mengisi survey. Jadi komisi tidak hanya didapatkan saat terjadi penjualan saja.
  • Ratakan: di Indonesia sendiri saat ini sudah ada marketplace produk digital yang menyediakan fitur Affiliates bernama Ratakan. Produk yang dijual kebanyakan adalah produk digital seperti Course, Templates, atau tools tertentu.
  • Marketplace Affiliates: beberapa website marketplace juga menyediakan produk affiliasi. Di luar negeri ada Amazon, sedangkan untuk dalam negeri Tokopedia (by.me) dan Shopee juga menyediakan program affiliasi. Biasanya cara influencer mempromosikan adalah dengan melakukan review pada sebuah produk, kemudian mereka akan melampirkan link affiliates pada deskripsi.

Website Lainnya (Pribadi / Organisasi)

Selain menghasilkan uang dari website-website diatas, sebenarnya ada juga cara mendapatkan uang lain dengan memanfaatkan website yang Anda kelola sendiri baik atas nama pribadi atau organisasi, untuk menjadi website penghasil uang.

Contohnya jika Anda punya keterampilan di bidang tertentu, Anda bisa buat website yang menjual jasa Anda sendiri. Nantinya monetasi berasal dari pelayanan yang Anda berikan.

Atau Anda bisa juga memberi pelatihan kepada target market yang sesuai dengan keahlian yang Anda miliki.

Baca Juga : Cara Buat Web Mengggunakan Google Sites

Apakah Ada Website Penghasil Uang di Indonesia?

Jawabannya, ada. Tapi mungkin skalanya masih belum sebesar di US ataupun Europe.

Di Indonesia sendiri saat ini, bisa dibilang tertinggal beberapa langkah dengan industri yang sudah berjalan di US ataupun Eropa. Jadi bisa dibilang website penghasil uang masih belum sebanyak di negara yang saya sebutkan tadi

Tertinggal artinya bukan tidak ada, namun lebih kepada Indonesia masih dalam fase ‘baru mulai’ melangkah. Sedangkan negara maju sudah pada fase pengembangan lebih lanjut, misalnya dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intellegent.

Namun begitu, bukan berarti Anda tidak bisa menghasilkan pundi-pundi dari internet. Karena salah satu keunggulan dan kerugian Internet adalah tidak adanya pembatasan secara geografis.

Keunggulan karena Anda bisa ikut mendaftar website yang menghasilkan uang dari negara manapun, selama sesuai dengan Terms and Condition yang berlaku.

Keunggulan lainnya mungkin penghasilan Anda berupa dollar, dan standard uang yang Anda terima juga mengikuti standar perusahaan di negara maju. Biasanya standardnya akan lebih tinggi dibanding di Indonesia, ya walaupun yang rendah juga ada.

Kerugiannya, saingan Anda juga seluruh dunia. Jadi jika selama ini Anda merasa hebat karena keahlian Anda di lingkungan Anda sekarang, belum tentu Anda akan sama hebatnya jika dibandingkan seluruh talenta yang ada di seluruh dunia.

Namun begitu, menurut saya itu bukan alasan untuk memulai. Anda bisa ambil kesempatan yang ada. Atau menciptakan kesempatan Anda sendiri.

Bagaimana caranya? saya juga tidak tahu. Karena yang paling mengetahui keunggulan dan keahlian diri Anda hanyalah Anda sendiri.

Kenali diri lebih dalam. Lakukan analisa terhadap industri yang mau anda masuki. Dan satu lagi, tidak perlu terburu-buru.

Nikmati perjalanannya. Nikamti prosesnya.

Terimakasih.

Berlangganan Newsletter Sekarang

Tuliskan Email dan Nama Anda pada form dibawah ini, dan dapatkan artikel terbaru daru saya

Leave a Comment

seven − 1 =